Respon Bencana Sumatera, MN KAHMI; Aktor Perizinan Dan Cukong Harus Diungkap, Jangan Salahkan Cuaca
reporter | 16 Dec 2025, 10:07 | Opini
BERKILAU.COM β Bencana Sumatera sudah menelan korban jiwa tak terhitung, kerusakan infrastruktur dan kelaparan.
Bantuan luar negeri terhalang status bencana yang belum di naikkan sebagai bencana nasional. Beberapa daerah seperti Aceh Tamiang masih terisolir dan membutuhkan bantuan.
Menyikapi itu, Kepala Departemen Restorasi Gambut Mangrove Majelis Nasional Korps Alumni HMI Dr Elviriadi angkat bicara.
"SubhanaAllah. Akhirnya kejahatan sistematis terhadap alam telah menghancurkan kehidupan orang banyak. Sementara pelakunya ongkang ongkang kaki menerima cuan, " ucap nya dengan suara bergetar.
Akademisi UIN Suska yang kerap jadi ahli di pengadilan itu menyatakan aktor pelaku perusakan hutan Sumatera harus terungkap.
"KAHMI mendesak pihak pihak yang terlibat merusak ekosistem Sumatera harus di expose, baik cukong oligharki maupun pemberi izin. Selanjutnya dapat digugat secara perdata, laporan pidana dan class action. Saya sudah hubungi beberapa advokat diantaranya Bang Jamal Yamani SH Taufik Umar Dhani SH, dan lainnya, " imbuh nya.
KAHMI, lanjut Elviriadi, sudah sering mengingatkan pemerintah baik pusar maupun daerah. KAHMI menandang Sejak 20 tahun lalu indonesia darurat ekologi dan mengalami laju deforestasi yang dahsyat. Bencana yang menimpa Sumut, Aceh dan Sumbar adalah akibat akumulatif dari perizinan dan konspirasi bersama cukong konglomerasi. "Jangan salahkan cuaca, " pungkas ahli lingkungan yang ikhlas gundul permanen demi hutan tropis.***
Editor : Admin