Milad ke-79 HMI: Meneguhkan Khittah Perjuangan, Menjawab Tantangan Kepemimpinan di Era Disrupsi - Berkilau.com
Iklan

Milad ke-79 HMI: Meneguhkan Khittah Perjuangan, Menjawab Tantangan Kepemimpinan di Era Disrupsi

Fadlil | 05 Feb 2026, 15:12 | Opini

Milad ke-79 HMI: Meneguhkan Khittah Perjuangan, Menjawab Tantangan Kepemimpinan di Era Disrupsi
Berkilau Watermark

JAKARTA, 5 Februari 2026 – Memperingati hari jadi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke-79, Ketua Komisi Pembinaan Anggota dan Organisasi (PAO) PB HMI, Alfan Prasad, menekankan pentingnya reorientasi gerakan kepemimpinan kader yang adaptif namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Dalam refleksinya, Alfan menyatakan bahwa usia 79 tahun bukanlah sekadar angka statistik, melainkan simbol ketangguhan HMI dalam mengawal integrasi nilai keislaman dan keindonesiaan.

Refleksi: Kembali ke Akar "Insan Ulil Albab"
"HMI lahir dari rahim sejarah untuk menjawab persoalan bangsa. Hari ini, kita tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu," ujar Alfan. Menurutnya, refleksi terbesar bagi setiap kader saat ini adalah sejauh mana identitas 'Kehmian'β€”yaitu kecerdasan intelektual yang dibalut moralitas agamaβ€”masih menjadi solusi bagi problematika umat demi mewujudkan profil Insan Ulil Albab.

Kepemimpinan: Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Kaderisasi
Sebagai Ketua Komisi PAO, Alfan menyoroti bahwa tantangan terbesar kepemimpinan HMI di masa depan adalah kualitas, bukan kuantitas.

"PAO adalah garda terdepan dalam memastikan kompas organisasi tetap mengarah pada terbentuknya Insan Ulil Albab. Kepemimpinan di HMI harus bertransformasi dari gaya konvensional menuju kepemimpinan yang berbasis nilai (value-based leadership) yang bersumber dari nilai-nilai keislaman dan literasi teknologi," tambahnya.

Fakta dan Tantangan Global
Dunia saat ini menghadapi ketidakpastian (VUCA). Fakta menunjukkan bahwa bonus demografi Indonesia menuntut organisasi mahasiswa untuk mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya mahir berorasi, tetapi juga ahli dalam eksekusi ide. Alfan menekankan bahwa HMI harus tetap menjadi laboratorium kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman, dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan etik dalam merespons isu krisis iklim hingga kedaulatan digital.

Harapan: HMI sebagai Kompas Moral
Menutup pernyataannya, Alfan Prasad mengajak seluruh elemen hijau-hitam untuk memperkuat soliditas internal dan memperluas kebermanfaatan di luar organisasi. "Harapan saya, HMI terus menjadi rumah bagi akal sehat. Kita ingin kader HMI tidak hanya menjadi penonton perubahan, tapi menjadi arsitek masa depan Indonesia yang berkarakter Ulil Albab. Selamat Milad ke-79 HMI. Yakin Usaha Sampai!"

Iklan
#PBHMImpo
Iklan

Komentar